Jamaah haji Indonesia, khususnya Kloter UPG 17, diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan anak-anak warga lokal selama berada di Arab Saudi.
Imbauan tersebut disampaikan petugas kloter sebagai bagian dari edukasi kepada jamaah agar tetap menjaga adab, menghormati budaya setempat, serta menghindari potensi kesalahpahaman hukum di Tanah Suci.
Dalam arahannya, jamaah diminta untuk tidak sembarangan memotret atau merekam video anak-anak warga lokal tanpa izin dari orang tua mereka.
Petugas menjelaskan bahwa privasi masyarakat di Arab Saudi sangat dijaga, sehingga tindakan mengambil gambar tanpa izin dapat dianggap melanggar aturan.
Selain itu, jamaah juga diimbau untuk tidak memegang, mengusap kepala, maupun mencium anak-anak warga lokal meskipun terlihat lucu dan menggemaskan.
Menurut petugas, tindakan tersebut dapat disalahartikan oleh orang tua maupun pihak keamanan setempat.
“Di sini aturan terkait privasi dan interaksi dengan anak-anak sangat ketat. Jangan sampai niat baik justru menimbulkan kesalahpahaman,” ujar petugas kloter.
Ia menjelaskan bahwa tindakan menyentuh atau mencium anak orang lain dapat dianggap sebagai bentuk gangguan atau pelecehan oleh pihak keamanan Arab Saudi.
Sebagai alternatif, jamaah dianjurkan cukup menunjukkan keramahan melalui senyuman atau lambaian tangan tanpa melakukan kontak fisik.
Imbauan ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi jamaah untuk selalu menjaga nama baik Indonesia dengan menghormati aturan dan budaya selama berada di Tanah Suci.
Petugas berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, serta terhindar dari persoalan yang dapat mengganggu konsentrasi ibadah.
Jejak Haji