Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi mengeluarkan larangan bagi jemaah haji untuk mengikuti kegiatan ziarah atau city tour sebelum memasuki fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Larangan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor S-88/BN/2026 yang ditujukan kepada seluruh jajaran terkait penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia.
Dalam edaran tersebut dijelaskan bahwa fase Armuzna merupakan inti dari rangkaian ibadah haji yang menuntut kesiapan fisik, mental, dan spiritual jemaah secara optimal. Aktivitas tambahan di luar ibadah utama, seperti city tour, dinilai berpotensi menyebabkan kelelahan yang dapat berdampak pada kondisi kesehatan jemaah.
Suasana Tanah Suci yang padat, suhu yang tinggi, serta mobilitas yang cukup intens selama pelaksanaan haji menjadi faktor yang harus diantisipasi sejak awal. Oleh karena itu, jemaah diminta untuk menghindari aktivitas yang tidak berkaitan langsung dengan ibadah wajib.
Melalui kebijakan ini, Kemenhaj ingin memastikan bahwa seluruh jemaah berada dalam kondisi prima saat menjalani puncak ibadah haji. Kekuatan fisik yang terjaga akan sangat menentukan kekhusyukan dan kelancaran saat wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, hingga menjalani rangkaian ibadah di Mina.
Tidak hanya itu, pembimbing ibadah dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) juga diminta untuk tidak mengagendakan atau memfasilitasi kegiatan ziarah ke luar Kota Makkah maupun Madinah sebelum fase Armuzna selesai.
Sebaliknya, seluruh kegiatan pembinaan jemaah diarahkan untuk memperkuat kesiapan menghadapi puncak ibadah. Pendampingan difokuskan pada peningkatan pemahaman manasik, kesiapan mental, serta menjaga kondisi fisik agar tetap stabil.
Kemenhaj juga menekankan bahwa setiap pergerakan jemaah harus berada dalam koordinasi penuh dengan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), guna memastikan keamanan dan ketertiban selama berada di Tanah Suci.
Kebijakan ini bukan semata pembatasan, melainkan bentuk perlindungan terhadap jemaah agar tidak mengalami kelelahan sebelum memasuki fase paling krusial dalam ibadah haji. Dengan kondisi tubuh yang tetap fit, jemaah diharapkan dapat menjalankan seluruh rangkaian Armuzna dengan lancar, khusyuk, dan sesuai tuntunan.
Di tengah euforia berada di Tanah Suci, jemaah diingatkan untuk tetap mengutamakan ibadah utama dibanding aktivitas tambahan. Menjaga energi sejak awal menjadi kunci agar puncak ibadah dapat dijalani dengan maksimal.
Jejak Haji