Menjadi petugas haji bukan sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi sebuah amanah besar yang sarat nilai pengabdian. Hal inilah yang dirasakan oleh M. Hairil AR saat dipercaya sebagai Ketua Kloter UPG 17 Embarkasi Makassar.
Bagi dirinya, tugas ini bukan hanya tanggung jawab dari negara, tetapi juga bagian dari perjalanan spiritual dalam melayani para tamu Allah.
“Menjadi petugas haji adalah amanah besar dan ladang pengabdian. Ini bukan sekadar tugas negara, tetapi perjalanan spiritual untuk memastikan ibadah jemaah berjalan lancar,” ungkapnya.
Sebagai Ketua Kloter, M. Hairil AR memegang peran strategis dalam memimpin sekaligus melayani jamaah. Ia bertanggung jawab atas koordinasi seluruh petugas, perlindungan jamaah, hingga memastikan seluruh proses administrasi berjalan dengan baik selama di Tanah Suci.
“Peran saya adalah menjadi pemimpin sekaligus pelayan bagi jemaah, memastikan semua berjalan tertata dengan baik,” jelasnya.
Namun di balik tanggung jawab tersebut, ia menyadari tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. Cuaca ekstrem dan kepadatan jamaah menjadi faktor yang harus diantisipasi dengan kesiapan penuh.
“Tantangan utama adalah menjaga kekompakan dan kesehatan jemaah di tengah cuaca ekstrem serta kepadatan massa. Komunikasi harus tetap solid dalam kondisi apa pun,” ujarnya.
Kepada seluruh jamaah Kloter UPG 17, ia menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna: menjaga kesehatan, memperkuat kesabaran, dan mengikuti arahan petugas selama menjalankan ibadah.
“Jaga kesehatan, perkuat kesabaran, dan ikuti instruksi petugas. Inti dari haji adalah keikhlasan. Mari saling membantu agar kita semua bisa meraih haji yang mabrur,” pesannya.
Meski ini merupakan pengalaman pertamanya sebagai petugas haji, M. Hairil AR mengaku siap memberikan dedikasi terbaik. Pengalaman sebelumnya dalam menjalankan ibadah umrah menjadi bekal spiritual yang memperkuat niatnya dalam melayani jamaah.
“Ini adalah pengalaman pertama saya sebagai petugas haji. Saya berkomitmen memberikan yang terbaik. Pengalaman umrah sebelumnya selalu membuat saya rindu suasana Baitullah, dan kerinduan itu menjadi motivasi saya untuk melayani jemaah dengan sepenuh hati,” tuturnya.
Ia pun berharap seluruh jamaah Kloter UPG 17 dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan sempurna, tetap sehat, dan kembali ke tanah air dalam keadaan selamat.
“Semoga seluruh jemaah dapat melaksanakan rukun haji dengan baik, tetap sehat hingga kembali ke keluarga, dan semua ini bernilai ibadah di sisi Allah SWT,” harapnya.
Bagi M. Hairil AR, tugas ini bukan hanya tentang memimpin perjalanan jamaah, tetapi juga tentang mengabdikan diri dalam sebuah perjalanan suci—mengantarkan para tamu Allah menuju ibadah yang mabrur.
Jejak Haji