Memasuki hari keempat berada di Madinah, masih banyak jamaah Kloter UPG 17 yang belum mendapatkan kesempatan masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi.
Melihat kondisi tersebut, Petugas Haji Daerah (PHD) layanan umum, Andi Fadli, kembali membuka layanan bantuan aktivasi dan konfigurasi aplikasi Nusuk bagi jamaah.
Sejak pukul 07.00 waktu Arab Saudi, jamaah tampak bergantian mendatangi petugas untuk menyerahkan telepon genggam mereka agar dibantu proses pengaturan akun Nusuk.
Suasana di lobi hotel terlihat cukup ramai dengan jamaah yang antusias menunggu proses aktivasi aplikasi, mulai dari pendaftaran akun, pengaturan email dan password, hingga sinkronisasi data agar bisa mendapatkan permit atau tasreh masuk ke Raudhah.
Namun dalam proses tersebut, sejumlah kendala masih sering ditemui, terutama karena beberapa jamaah tidak terlalu memahami email pribadi yang digunakan saat registrasi.
Sebagian jamaah bahkan lupa password email ataupun tidak mengetahui proses verifikasi akun, sehingga membutuhkan pendampingan langsung dari petugas.
Andi Fadli mengatakan, layanan ini dilakukan agar seluruh jamaah memiliki kesempatan yang sama untuk beribadah di Raudhah.
“Kami berharap minimal setiap jamaah bisa masuk Raudhah satu kali. Kalau ada kesempatan kedua atau ketiga, itu bonus tambahan dari aplikasi Nusuk,” ujarnya.
Menurutnya, aplikasi Nusuk kini menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan ibadah di Masjid Nabawi, karena seluruh akses kunjungan ke Raudhah diatur secara digital dan terjadwal.
Raudhah sendiri merupakan salah satu tempat yang sangat diinginkan jamaah untuk beribadah dan berdoa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
ما بين بيتي ومنبري روضة من رياض الجنة
“Antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, banyak jamaah terlihat sangat bahagia ketika akun Nusuk mereka berhasil aktif dan barcode tasreh kunjungan akhirnya muncul di aplikasi.
Beberapa jamaah bahkan langsung menunjukkan barcode tersebut kepada sesama jamaah dengan wajah penuh syukur dan antusias.
Bagi jamaah, kesempatan masuk ke Raudhah bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi menjadi momen spiritual yang sangat dinanti selama berada di Madinah.
Pelayanan yang dilakukan petugas kloter ini pun menjadi salah satu bentuk pendampingan teknis yang sangat membantu jamaah, khususnya jamaah lansia dan jamaah yang belum terbiasa menggunakan aplikasi digital.
Baca juga :
PHD Andi Fadli Bantu Aktivasi Aplikasi Nusuk Jamaah UPG 17 untuk Akses Raudhah
Jejak Haji