Jamaah Haji Antusias Ikuti Kajian Berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi

Jamaah Haji Antusias Ikuti Kajian Berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi

Antusiasme jamaah haji mengikuti kajian berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi terus terlihat selama musim haji 1447 H/2026 M.

Kajian yang dibawakan oleh Ustadz Dr. Ariful Bahri, Lc., MA tersebut berlangsung di area pintu 19 Masjid Nabawi dan rutin dipadati jamaah dari berbagai negara Asia Tenggara.

Tidak hanya jamaah asal Indonesia, kajian ini juga diikuti jamaah dari Malaysia dan Brunei. Selain itu, para mukimin dan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Madinah turut meramaikan majelis ilmu tersebut.

Tingginya minat jamaah membuat area sekitar kajian sering penuh sesak hingga sebagian jamaah terpaksa berdiri di koridor jalan Masjid Nabawi.

Kondisi tersebut terkadang membuat askar atau petugas keamanan Masjid Nabawi menegur jamaah agar tidak menghalangi jalur lalu lintas di area masjid.

Meski demikian, jamaah tetap tampak antusias menyimak materi yang disampaikan hingga kajian selesai.

Selama musim haji, Ustadz Ariful Bahri banyak membahas materi seputar manasik haji dan fiqih ibadah di Tanah Suci.

Namun sebelum masuk ke pembahasan utama, kajian biasanya diawali dengan penjelasan tentang keutamaan Rasulullah ﷺ, ajakan memperbanyak shalawat, serta pembahasan mengenai keutamaan Masjid Nabawi dan sejarah di sekitarnya.

Suasana kajian berlangsung interaktif dan penuh keakraban.

Di sela-sela penyampaian materi, Ustadz Ariful Bahri kerap memberikan pertanyaan kepada jamaah untuk menguji pemahaman mereka terkait materi yang telah disampaikan.

Jamaah yang berhasil menjawab dengan benar biasanya mendapatkan hadiah berupa parfum, buku, maupun hadiah lainnya.

Momen tersebut membuat suasana kajian semakin hidup dan disambut antusias jamaah yang hadir.

Bagi banyak jamaah Indonesia, kajian berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi menjadi salah satu kegiatan yang sangat dinanti selama berada di Madinah.

Selain menambah ilmu manasik dan fiqih ibadah, jamaah juga merasakan suasana kekeluargaan karena dapat belajar langsung menggunakan bahasa yang mudah dipahami di tengah jutaan jamaah internasional.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pembinaan spiritual jamaah selama berada di Tanah Suci agar ibadah yang dijalankan tidak hanya sebatas ritual, tetapi juga dipahami berdasarkan ilmu dan tuntunan syariat.


Baca Juga :

Kajian Bahasa Indonesia di Masjid Nabawi, Ustadz Ariful Bahri Bahas Makna Haji Mabrur

Advertisement

Andi Fadli

Andi Fadli, S. Kom., M. Tr. AP

Petugas Haji Daerah Sulawesi Selatan 2026 (UPG 17). Berbagi pengalaman dan panduan langsung dari lapangan di bagian Layanan Umum.