Suasana Masjid Nabawi tidak hanya dipenuhi jamaah yang beribadah, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran bagi jamaah Indonesia. Salah satunya melalui kajian berbahasa Indonesia yang digelar di area pintu 19 Masjid Nabawi.
Kajian tersebut dibawakan oleh Ustadz Dr. Ariful Bahri, Lc., MA, dan dilaksanakan setiap bakda Magrib hingga menjelang salat Isya, dengan materi yang difokuskan pada manasik haji.
Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa manasik secara umum bermakna rangkaian tata cara ibadah, namun istilah tersebut lebih identik dengan ibadah haji.
Ia juga menekankan pentingnya memahami hakikat haji mabrur, yang menjadi tujuan utama setiap jamaah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
الحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة
“Haji mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Menurutnya, kata mabrur berasal dari kata birr yang bermakna kebaikan. Haji mabrur bukan hanya diukur saat berada di Makkah atau Madinah, tetapi justru terlihat setelah jamaah kembali ke tanah air.
“Haji mabrur itu bukan di Makkah, bukan di Madinah, tetapi setelah kembali ke tanah air tetap berbuat baik,” jelasnya.
Ia mencontohkan, jika seseorang mampu menjaga salat berjamaah di Tanah Suci, maka tanda kemabruran adalah ketika ia mampu mempertahankan kebiasaan tersebut di kampung halamannya.
Dalam kajian tersebut juga dijelaskan bahwa Allah tidak memuji sekadar ibadah haji, melainkan memuji haji yang mabrur.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
من حج فلم يرفث ولم يفسق رجع كيوم ولدته أمه
“Barang siapa berhaji tanpa berkata kotor dan tidak berbuat maksiat, maka ia kembali seperti hari dilahirkan oleh ibunya.”
Selain itu, ia mengingatkan bahwa ibadah haji dan umrah memiliki keutamaan besar dalam menghapus dosa dan menghilangkan kesulitan hidup.
تابعوا بين الحج والعمرة فإنهما ينفيان الفقر والذنوب
“Iringilah antara haji dan umrah, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa.”
Kajian ini menjadi bekal penting bagi jamaah Indonesia untuk memahami tidak hanya tata cara ibadah, tetapi juga nilai spiritual yang harus dijaga setelah kembali ke tanah air.
Baca juga :
Memahami Manasik Haji Tamattu, Ibadah yang Banyak Dilakukan Jamaah Indonesia
Jejak Haji