Wanda Mursidin, Perawat Kloter UPG 17: Khidmah Menjaga Kesehatan Tamu Allah

Wanda Mursidin, Perawat Kloter UPG 17: Khidmah Menjaga Kesehatan Tamu Allah

Bagi Wanda Mursidin, menjadi petugas haji bukan sekadar menjalankan profesi sebagai tenaga kesehatan. Lebih dari itu, ia memaknainya sebagai panggilan mulia untuk mengabdi dan melayani para tamu Allah.

“Ini adalah bentuk pengabdian tertinggi, khidmah kepada tamu-tamu Allah. Amanah untuk memberikan rasa aman dan nyaman agar jemaah dapat beribadah dengan optimal,” ungkapnya.

Pada musim haji tahun ini, Wanda Mursidin bertugas sebagai perawat kloter UPG 17 yang mendampingi jamaah asal Makassar, Sinjai, dan Bone. Perannya menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi kesehatan jamaah sejak keberangkatan hingga kepulangan.

Sebagai tenaga kesehatan, ia bertanggung jawab melakukan pemantauan kesehatan rutin, memberikan asuhan keperawatan bagi jamaah yang membutuhkan, serta melakukan langkah-langkah pencegahan agar jamaah tidak mengalami kelelahan maupun dehidrasi selama menjalankan ibadah.

“Tugas kami memastikan kesehatan jemaah tetap terjaga, termasuk melakukan tindakan preventif agar mereka tidak kelelahan selama ibadah,” jelasnya.

Namun, di balik tugas tersebut, ia menyadari adanya tantangan besar yang harus dihadapi. Cuaca ekstrem dan kepadatan jamaah, terutama saat puncak haji, menjadi kondisi yang harus diantisipasi dengan kesiapan penuh.

“Tantangan terbesar adalah cuaca ekstrem dan kepadatan massa, terutama saat puncak haji. Kami harus selalu siaga, khususnya untuk jemaah lansia dan yang berisiko tinggi,” ujarnya.

Kepada seluruh jamaah Kloter UPG 17, ia berpesan agar tidak memaksakan diri selama menjalankan ibadah dan lebih peka terhadap kondisi tubuh masing-masing.

“Jangan memaksakan diri, dengarkan sinyal tubuh. Cukupi minum, gunakan pelindung dari panas, dan saling peduli antar sesama,” pesannya.

Menurutnya, menjaga kesehatan merupakan kunci utama agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar hingga meraih haji yang mabrur.

Sebagai petugas yang baru pertama kali mengemban amanah ini, Wanda mengaku memiliki semangat sekaligus kewaspadaan tinggi dalam menjalankan tugas.

“Ini pengalaman pertama saya sebagai petugas haji. Saya ingin memberikan yang terbaik dengan penuh kesabaran dan integritas,” tuturnya.

Pengalaman spiritualnya selama menjalankan ibadah sebelumnya juga menjadi motivasi tersendiri. Ia mengingat momen wukuf di Arafah sebagai pengalaman yang sangat membekas.

“Wukuf di Arafah itu sangat sakral, membuat kita merasa kecil di hadapan Allah. Begitu juga di Jamarat, yang mengajarkan kesabaran dan kebersamaan umat Islam,” kenangnya.

Ia pun berharap seluruh jamaah Kloter UPG 17 dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan sempurna, tetap sehat, dan kembali ke tanah air dengan selamat.

“Semoga seluruh jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan baik, sehat, dan kembali dengan selamat serta mendapat rida Allah SWT,” harapnya.

Bagi Wanda Mursidin, tugas ini bukan hanya tentang merawat secara fisik, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan spiritual—mengabdi dengan hati demi menjaga para tamu Allah tetap kuat menjalani ibadahnya.


Baca juga :

Andi Fadli, PHD Layanan Umum UPG 17: “Menjadi Petugas Haji adalah Ibadah Melayani Tamu Allah”

Radhi Ijtihadi, Dokter Kloter UPG 17: “Kami Siap 24 Jam Menjaga Kesehatan Jamaah"



Advertisement

Andi Fadli

Andi Fadli, S. Kom., M. Tr. AP

Petugas Haji Daerah Sulawesi Selatan 2026 (UPG 17). Berbagi pengalaman dan panduan langsung dari lapangan di bagian Layanan Umum.